cemburu ?? iya gue cemburu banget sama lo ... terkadang gue tuh berfikir lo itu sayang apa nggak sama gue ...
sekarang lo bukan pacar gue lagii .. dan gue berharap lo bisa mendapatkan yang lebih dari gue .. gue selalu berdoa buat lo dan masa depan lo ... simpan kenang-kenangan kita .. gue berharap lo masih inget gue selamanya .. T__T bye 20 Mei ... I miss you ....
about my self
Kamis, 20 Januari 2011
Kamis, 07 Oktober 2010
CARA AYAH MENDIDIK KITA
Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya atau istrinya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……
ayah biasanya mengajari putra/putrinya kecilnya naik sepeda.
Dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut anak kesayanganya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu anak kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, ayah melakukan itu karena ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok atau cewek mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…
Ketika melihat anak kecil kesayangannya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang?
“Bahwa anak kesayangannya akan segera pergi meninggalkan ayah”
Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur atau apalah.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
ayah harus melepasmu di stasiun.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?
ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah.
ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka/mainan baru, dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “anak kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman pasanganmu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.
ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena ayah tahu…..
Bahwa pasangan itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang pasangan yang di anggapnya pantas menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
anak kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi anak yang shaleh dan shalehah….
Bahagiakanlah ia bersama pasanganya…”
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
ayah telah menyelesaikan tugasnya….
Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……
ayah biasanya mengajari putra/putrinya kecilnya naik sepeda.
Dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut anak kesayanganya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu anak kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, ayah melakukan itu karena ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok atau cewek mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…
Ketika melihat anak kecil kesayangannya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang?
“Bahwa anak kesayangannya akan segera pergi meninggalkan ayah”
Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur atau apalah.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah
Ketika kamu menjadi anak dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
ayah harus melepasmu di stasiun.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?
ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah.
ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka/mainan baru, dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “anak kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman pasanganmu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.
ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena ayah tahu…..
Bahwa pasangan itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang pasangan yang di anggapnya pantas menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
anak kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi anak yang shaleh dan shalehah….
Bahagiakanlah ia bersama pasanganya…”
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
ayah telah menyelesaikan tugasnya….
Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…
Sabtu, 02 Oktober 2010
pengalaman masuk kampus gunadarma !
hmmmm ... sedikit atau banyak tentang pengalaman saya akan coba saya buka disini ...
pengalaman masuk gunadarma univesity .. awalnya saya agak ragu tentang kampus ini ...
banyak yang bilang nama gunadarma kurang baik dimata perusahaan-perusahaan.. saya agak sedikit bimbang lantaran bisikan-bisikan tersebut. tapi saya coba melupakan dan menganggap semua tanggapan itu cuma isu belaka dan hanya gosip - gosip miring. saya test di 3 universitas, UI depok , UNPAD , dan yang terakhir GUNADARMA. saya tidak diterima di UI melalui jalur test, mungkin karena saingan yang berat dan kurangnya minat saya terhadap universitas tersebut. lalu saya berlabuh ke UNPAD, saya diterima disana lewat jalur tes , namun orang tua saya tidak memperbolehkan saya masuk ke UNPAD lantaran saya adalah anak laki-laki dan satu satunya dikeluarga saya. demi orang tua saya yang memperhatikan saya, akhirnya saya tes di GUNADARMA. saya diterima disini dengan status nilai GRADE 1.. ini cukup mengobati saya disaat saya sedang sedih karena tidak masuk di UI. pada tanggal 28 juni 2010, pertama kali saya menginjak kampus didepok, senang dan amat senang karena kampus ini sangat bagus. dan seniornya pun ramah - ramah. tidak ada senioritas disini membuat saya ikhlas masuk kampus ini. pada waktu itu, saya ikut PPSPPT. diberikannya sedikit wawasan serta visi misi kampus itu adalah pelajaran pertama yang saya dapatkan. Ospek adalah yang paling membuat saya malas, karena saya pikir disana akan banyak siksaan, mengapa saya berfikir seperti itu? ketika saya lulus SMA saya melihat salah satu berita ditelevisi, dimana didalam berita tersebut diberitakan bahwa masih banyak dikalangan kampus di Indonesia yang melakukan budaya senioritas dengan fisik kepada juniornya disaat ospek. leh karena itulah saya sedikit malas-malasan dalam ikut ospek dikampus ini. ditambah beberapa persyaratan, diantaranya :
1.Rambut botak maksimal 1 cm
2. tidak boleh membawa kendaraan pribadi
3. memakai kemeja polos putih dan celana bahan hitam
4. memakai sebuah pita berwarna kuning dilengan saya
akhirnya tanggal 28 Agustus 2010 tiba menghampiri saya. didalam benak saya berfikir. "waduuh,ini kaka kelas apa tukang pukul nih, masang tampang marah semua". disuruh jongkok lah kita semua. sambil menunggu anak-anak lain berdatangan. anak-anak berteriak "kak, pegel nih jongkok melulu !!". senior tersebut berkata " semuanya berdiri !!!! jalan ditempat, sambil menyanyikan lagu 17 Agustusan". setelah itu kita semua duduk lagi dan terus berlanjut seperti itu hingga 1 jam kedepan. hingga akhirnya membuat saya berfikir ingin batal puasa ketika itu. tapi saya coba untuk menahan karena waktu sudah menunjukan pukul 15.30.
Tanggal 20 September saya masuk kuliah, dan ini debut pertama kami dalam menjadi mahasiswa gunadarma. saya berpenampilan agak aneh saat itu, saya memakai baju warna merah dan menggunakan topi merah. teman pertama yang saya dapatpun bukan dari kaum lelaki, melainkan perempuan. MEGA BRILIANINGRUM adalah anak yang saya kenal pertama saat itu. saya kesulitan belajar saat itu, karena di ruang G237 tidak ada AC dan memuat sekitar 50 orang lebih. tapi itu saya lupakan, karena teman-teman saya disana selalu membuat lelucon yang membuat kami semua melupakan hawa panas tersebut. hari demi hari saya pun mulai beradaptasi, dan mendapatkan banyak teman-teman yang gokill, gila , lucu, dan baik seperti kalian.
pengalaman masuk gunadarma univesity .. awalnya saya agak ragu tentang kampus ini ...
banyak yang bilang nama gunadarma kurang baik dimata perusahaan-perusahaan.. saya agak sedikit bimbang lantaran bisikan-bisikan tersebut. tapi saya coba melupakan dan menganggap semua tanggapan itu cuma isu belaka dan hanya gosip - gosip miring. saya test di 3 universitas, UI depok , UNPAD , dan yang terakhir GUNADARMA. saya tidak diterima di UI melalui jalur test, mungkin karena saingan yang berat dan kurangnya minat saya terhadap universitas tersebut. lalu saya berlabuh ke UNPAD, saya diterima disana lewat jalur tes , namun orang tua saya tidak memperbolehkan saya masuk ke UNPAD lantaran saya adalah anak laki-laki dan satu satunya dikeluarga saya. demi orang tua saya yang memperhatikan saya, akhirnya saya tes di GUNADARMA. saya diterima disini dengan status nilai GRADE 1.. ini cukup mengobati saya disaat saya sedang sedih karena tidak masuk di UI. pada tanggal 28 juni 2010, pertama kali saya menginjak kampus didepok, senang dan amat senang karena kampus ini sangat bagus. dan seniornya pun ramah - ramah. tidak ada senioritas disini membuat saya ikhlas masuk kampus ini. pada waktu itu, saya ikut PPSPPT. diberikannya sedikit wawasan serta visi misi kampus itu adalah pelajaran pertama yang saya dapatkan. Ospek adalah yang paling membuat saya malas, karena saya pikir disana akan banyak siksaan, mengapa saya berfikir seperti itu? ketika saya lulus SMA saya melihat salah satu berita ditelevisi, dimana didalam berita tersebut diberitakan bahwa masih banyak dikalangan kampus di Indonesia yang melakukan budaya senioritas dengan fisik kepada juniornya disaat ospek. leh karena itulah saya sedikit malas-malasan dalam ikut ospek dikampus ini. ditambah beberapa persyaratan, diantaranya :
1.Rambut botak maksimal 1 cm
2. tidak boleh membawa kendaraan pribadi
3. memakai kemeja polos putih dan celana bahan hitam
4. memakai sebuah pita berwarna kuning dilengan saya
akhirnya tanggal 28 Agustus 2010 tiba menghampiri saya. didalam benak saya berfikir. "waduuh,ini kaka kelas apa tukang pukul nih, masang tampang marah semua". disuruh jongkok lah kita semua. sambil menunggu anak-anak lain berdatangan. anak-anak berteriak "kak, pegel nih jongkok melulu !!". senior tersebut berkata " semuanya berdiri !!!! jalan ditempat, sambil menyanyikan lagu 17 Agustusan". setelah itu kita semua duduk lagi dan terus berlanjut seperti itu hingga 1 jam kedepan. hingga akhirnya membuat saya berfikir ingin batal puasa ketika itu. tapi saya coba untuk menahan karena waktu sudah menunjukan pukul 15.30.
Tanggal 20 September saya masuk kuliah, dan ini debut pertama kami dalam menjadi mahasiswa gunadarma. saya berpenampilan agak aneh saat itu, saya memakai baju warna merah dan menggunakan topi merah. teman pertama yang saya dapatpun bukan dari kaum lelaki, melainkan perempuan. MEGA BRILIANINGRUM adalah anak yang saya kenal pertama saat itu. saya kesulitan belajar saat itu, karena di ruang G237 tidak ada AC dan memuat sekitar 50 orang lebih. tapi itu saya lupakan, karena teman-teman saya disana selalu membuat lelucon yang membuat kami semua melupakan hawa panas tersebut. hari demi hari saya pun mulai beradaptasi, dan mendapatkan banyak teman-teman yang gokill, gila , lucu, dan baik seperti kalian.
Langganan:
Komentar (Atom)